Kembali
πŸŒ‹

Kebumian SMA - OSN

Persiapan Olimpiade Kebumian tingkat SMA

Coba Latihan Soal

🌍 Struktur Bumi & Tektonik Lempeng

Bumi tersusun dari lapisan-lapisan dengan komposisi dan sifat fisik yang berbeda. Tektonik lempeng menjelaskan gempa bumi, gunung api, dan pembentukan pegunungan sebagai akibat pergerakan lempeng.

πŸ“Œ Rumus Penting

Lapisan bumi: kerak samudera (5–10 km, basalt) dan kerak benua (25–70 km, granit)
Mantel atas (70–400 km) β†’ mantel transisi (400–660 km) β†’ mantel bawah (660–2890 km)
Inti luar cair (2890–5100 km, besi-nikel cair) β†’ inti dalam padat (5100–6371 km)
Batas lempeng: divergen (mid-ocean ridge), konvergen (subduksi/kolisi), transform
Kecepatan gelombang seismik: P-wave (longitudinal) > S-wave (transversal)
Diskontinuitas Moho: batas kerak–mantel | Gutenberg: batas mantel–inti luar
Pergerakan lempeng: rata-rata 2–10 cm/tahun (konveksi mantel sebagai penggerak)

πŸ’‘ Contoh

Ring of Fire: ~90% gempa bumi dunia terjadi di sini (subduksi lempeng Pasifik)
Indonesia: lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik bertemu β†’ sangat aktif
Subduksi: lempeng samudera (lebih padat) menghujam di bawah benua β†’ palung laut
Kolisi: dua lempeng benua β†’ Himalaya (India-Eurasia, masih naik ~5mm/tahun)
Sesar San Andreas: transform dextral β€” Pasifik vs Amerika Utara, 6 cm/tahun
Hotspot: titik panas di mantel, membentuk rantai pulau (Hawaii, Yellowstone)
Isostasi: kerak benua tinggi "mengapung" di atas mantel, seperti es di air

πŸͺ¨ Batuan, Mineral & Stratigrafi

Siklus batuan menghubungkan tiga jenis utama batuan. Mineral adalah penyusun batuan. Stratigrafi mempelajari urutan dan usia lapisan batuan β€” fondasi geologi historis.

πŸ“Œ Rumus Penting

Siklus batuan: beku β†’ sedimen (pelapukan+pengendapan) β†’ metamorf (panas+tekanan) β†’ beku lagi
Skala Mohs kekerasan: Talk(1) < Gipsum(2) < Kalsit(3) < Fluorit(4) < Apatit(5) < Ortoklas(6) < Kuarsa(7) < Topaz(8) < Korundum(9) < Intan(10)
Prinsip superposisi: lapisan lebih tua di bawah lapisan lebih muda
Prinsip kesamaan faunal: batuan dengan fosil sama = usia sama (korelasi stratigrafi)
Penanggalan radiometrik: t = (1/Ξ») Γ— ln(1 + D/P) | U-Pb untuk batuan sangat tua
Waktu paruh ¹⁴C = 5730 tahun | U-²³⁸Pb = 4,47 miliar tahun

πŸ’‘ Contoh

Batuan beku intrusi (plutonik): granit, diorit, gabro β€” mendingin lambat, kristal besar
Batuan beku ekstrusi (vulkanik): basalt, andesit, riolit β€” mendingin cepat, kristal kecil
Batuan sedimen klastik: konglomerat>batu pasir>serpih>lempung (berdasar ukuran butir)
Batuan sedimen kimia: batu gamping (kalsit), dolomit, gipsum, garam batu
Batuan metamorf: marmer (dari gamping), kuarsit (dari pasir), sekis (dari lempung)
Feldspar: mineral paling melimpah di kerak bumi (~60% volume)
Diskordansi: lapisan batuan tidak sejajar β€” ada gap waktu/erosi di antara

πŸŒ‹ Vulkanisme, Gempa Bumi & Geomorfologi

Vulkanisme dan seismologi adalah inti kebumian dinamis. Geomorfologi mempelajari bentuk lahan dan proses pembentukannya β€” dari dataran banjir hingga karst.

πŸ“Œ Rumus Penting

Skala Richter (magnitudo lokal): ML = log A + 3 log(8Ξ”t) - 2,92
Gelombang seismik: P-wave lewat padat+cair, S-wave hanya padat (tidak lewat inti luar)
Triangulasi gempa: 3 stasiun seismik menentukan episentrum
Kedalaman gempa: dangkal (<70km), menengah (70–300km), dalam (>300km)
Indeks VEI: Volcanic Explosivity Index, skala 0–8 (logaritmik)
Proses pelapukan kimia: hidrolisis, oksidasi, karbonasi (dominan di tropis lembab)
Erosi: hydraulic action, abrasi, solution, attrition (fluvial) | deflasi, abrasi (aeolian)

πŸ’‘ Contoh

Gunung berapi tipe strato (komposit): berbentuk kerucut, magma andesitik-riolitik, eksplosif
Gunung berapi tipe perisai: lereng landai, magma basaltik, efusif (Hawaii)
Tsunami: gelombang panjang dari gempa dasar laut, kecepatan ~800 km/jam di laut dalam
Liquefaction: tanah jenuh air berperilaku seperti cairan saat gempa (bahaya di delta)
Karst: topografi dari pelarutan batu gamping oleh air hujan (doline, gua, stalaktit)
Alluvial fan: kipas pengendapan di kaki gunung, sungai terurai dari ngarai ke dataran
Meander: sungai berliku-liku, erosi tebing luar, sedimentasi tebing dalam

🌦️ Atmosfer, Cuaca & Iklim

Atmosfer adalah selimut gas yang melindungi kehidupan Bumi. Cuaca adalah kondisi atmosfer jangka pendek, iklim adalah rata-rata jangka panjang. Pemahaman sistem tekanan dan sirkulasi udara sangat penting.

πŸ“Œ Rumus Penting

Lapisan: troposfer (0–12km, cuaca) β†’ stratosfer (12–50km, ozon) β†’ mesosfer (50–80km) β†’ termosfer (80–700km)
Lapse rate adiabatik kering: 10Β°C/1000m | lapse rate jenuh: ~6Β°C/1000m
Kelembaban relatif: RH = (e/es) Γ— 100% (e=tekanan uap aktual, es=jenuh)
Efek Coriolis: defleksi ke kanan di belahan utara, ke kiri di belahan selatan
Angin geostrofik: keseimbangan gradien tekanan dan gaya Coriolis
ITCZ (Inter-Tropical Convergence Zone): zona konvergensi di ekuator, hujan lebat
Klasifikasi iklim KΓΆppen: A(tropis), B(kering), C(sedang), D(kontinental), E(polar)

πŸ’‘ Contoh

Troposfer: tempat semua cuaca terjadi, suhu turun seiring ketinggian
Ozon stratosfer: menyerap radiasi UV-B dan UV-C berbahaya
El NiΓ±o: angin pasat melemah β†’ perairan hangat bergerak ke timur β†’ kemarau di Indonesia
La NiΓ±a: kebalikan El NiΓ±o β†’ Indonesia lebih basah, banjir
Siklon tropis (typhoon/hurricane): terbentuk di atas lautan hangat >26Β°C
Angin muson: berganti arah tiap 6 bulan (Oktober-April: barat/hujan; Mei-September: timur/kering)
Hujan frontal: pertemuan massa udara panas-dingin | Orografis: udara naik gunung β†’ hujan di lereng angin

🌊 Oseanografi & Perubahan Iklim Global

Lautan mencakup 71% permukaan Bumi dan memainkan peran vital dalam iklim global. Arus laut, pasang surut, dan termoklin mempengaruhi distribusi panas dan kehidupan laut.

πŸ“Œ Rumus Penting

Tekanan hidrostatik: P = Pβ‚€ + ρgh (naik ~1 atm tiap 10 m kedalaman)
Salinitas rata-rata laut: ~35‰ (35 gram garam per 1 kg air laut)
Termoklin: lapisan di mana suhu turun drastis (~200–1000m kedalaman)
Arus termohalin (conveyor belt): digerakkan perbedaan suhu dan salinitas
Pasang surut: gaya gravitasi Bulan dan Matahari β€” pasang purnama vs perbani
Kenaikan muka laut: ekspansi termal + lelehan es β†’ ~3,3 mm/tahun saat ini
Efek rumah kaca: COβ‚‚, CHβ‚„, Nβ‚‚O, Hβ‚‚O menyerap radiasi inframerah Bumi

πŸ’‘ Contoh

Arus Kuroshio: panas dari Pasifik barat, mirip Gulf Stream, menghangatkan Jepang
Upwelling: air dingin kaya nutrien naik ke permukaan β†’ produktivitas tinggi (Peru, Afrika barat)
Dead zone: kelebihan nutrien β†’ alga bloom β†’ dekomposisi β†’ hipoksia (Teluk Meksiko)
Zona laut: eulitoral, neritik, batial, abisal, hadal (>6000m)
Terumbu karang: ekosistem paling beragam di laut, rentan terhadap bleaching (pemutihan karang)
Siklus karbon laut: COβ‚‚ larut β†’ Hβ‚‚CO₃ β†’ HCO₃⁻ β†’ pengasaman laut (pH turun)
Glasiasi: saat suhu global turun β†’ es berkembang β†’ muka laut turun (glacial maxima: -120m)