Kembali
🧪

Kimia SMA - OSN

Persiapan Olimpiade Kimia tingkat SMA

Coba Latihan Soal

⚖️ Stoikiometri & Termokimia

Stoikiometri adalah bahasa matematika kimia. Konsep mol, pereaksi pembatas, persen hasil, dan konsentrasi larutan adalah fondasi. Termokimia membahas kalor reaksi melalui Hukum Hess dan entalpi pembentukan standar.

📌 Rumus Penting

n = m/Mr (mol) | N = n × Nₐ (jumlah partikel, Nₐ=6,022×10²³)
Molaritas M = n/V(L) | Normalitas N = n_ekivalen/V(L)
Pengenceran: M₁V₁ = M₂V₂
ΔH°rxn = ΣΔH°f(produk) − ΣΔH°f(reaktan)
Hukum Hess: ΔH tidak bergantung pada jalur reaksi
Energi ikatan: ΔH = Σ(energi ikatan terputus) − Σ(energi ikatan terbentuk)
q = mcΔT (kalorimetri) | q_rxn = −q_larutan
Pereaksi pembatas: hitung mol produk dari setiap reaktan, pilih yang menghasilkan produk paling sedikit

💡 Contoh

0,5 mol NaCl = 0,5 × 58,5 = 29,25 g | di dalam 250 mL → M = 0,5/0,25 = 2 M
Pembakaran C + O₂ → CO₂: ΔH = −393,5 kJ/mol
Pereaksi pembatas: 2H₂ + O₂ → 2H₂O. Jika ada 5 mol H₂ dan 2 mol O₂: O₂ adalah pembatas → 4 mol H₂O
Kalorimeter: 100 g air naik 10°C saat reaksi. Q = 100×4,18×10 = 4.180 J

⚗️ Kesetimbangan, Kinetika & Asam-Basa

Kesetimbangan dinamis: laju maju = laju balik. Prinsip Le Chatelier: sistem akan bergeser untuk melawan perubahan. Kinetika kimia: laju reaksi bergantung konsentrasi, suhu, dan katalis. Asam-basa: teori Arrhenius, Brønsted-Lowry, dan Lewis.

📌 Rumus Penting

Kc = [produk]^stoikiometri / [reaktan]^stoikiometri
Kp = Kc (RT)^Δn (Δn = mol produk gas − reaktan gas)
Laju reaksi: r = k[A]^m[B]^n (m,n = orde reaksi)
Persamaan Arrhenius: k = A e^(−Ea/RT)
Ka = [H⁺][A⁻]/[HA] | Kb = [BH⁺][OH⁻]/[B]
pH = −log[H⁺] | pOH = −log[OH⁻] | pH + pOH = 14 (25°C)
Buffer: pH = pKa + log([A⁻]/[HA]) (Henderson-Hasselbalch)
Ksp = [ion]^stoikiometri (hasil kali kelarutan)

💡 Contoh

Le Chatelier: N₂+3H₂⇌2NH₃. Tekanan naik → ke sisi yang lebih sedikit mol gas (ke kanan)
Asam kuat 0,1 M HCl: [H⁺]=0,1 M → pH=1
Asam lemah 0,1 M CH₃COOH (Ka=1,8×10⁻⁵): [H⁺]=√(Ka×Ca)=√(1,8×10⁻⁶)≈1,34×10⁻³ M → pH≈2,87
Buffer CH₃COOH/CH₃COONa: jika [A⁻]=[HA], maka pH=pKa
Ksp AgCl=1,8×10⁻¹⁰ → s=√(1,8×10⁻¹⁰)=1,34×10⁻⁵ M (kelarutan)

🔋 Elektrokimia & Redoks

Reaksi redoks adalah transfer elektron. Sel volta menghasilkan listrik dari reaksi redoks spontan. Sel elektrolisis menggunakan listrik untuk mendorong reaksi non-spontan. Hukum Faraday menghubungkan muatan dengan massa produk.

📌 Rumus Penting

E°sel = E°katode − E°anode (E°katode lebih positif → spontan)
ΔG° = −nFE° (F=96.485 C/mol)
Persamaan Nernst: E = E° − (RT/nF) ln Q
Hukum Faraday I: m = (M × I × t) / (n × F)
Hukum Faraday II: m₁/m₂ = M₁/n₁ ÷ M₂/n₂
Bilangan oksidasi: aturan untuk menentukan biloks (O biasanya −2, H biasanya +1)

💡 Contoh

Sel Daniell (Zn-Cu): E° = 0,34 − (−0,76) = 1,10 V → spontan (ΔG°<0)
Anode (oksidasi, −): Zn → Zn²⁺ + 2e⁻
Katode (reduksi, +): Cu²⁺ + 2e⁻ → Cu
Elektrolisis CuSO₄ 30 menit, I=5A: m = (63,5×5×1800)/(2×96485) = 2,96 g Cu
LEO GER: Lose Electron Oxidation | Gain Electron Reduction

🔬 Kimia Organik & Struktur Molekul

Kimia organik adalah kimia senyawa karbon. Gugus fungsi menentukan sifat kimia dan fisika. Reaksi organik utama: substitusi, eliminasi, adisi, dan oksidasi-reduksi. Isomerisme menentukan variasi struktur.

📌 Rumus Penting

Alkana: CₙH₂ₙ₊₂ | Alkena: CₙH₂ₙ | Alkuna: CₙH₂ₙ₋₂
Gugus fungsi: −OH (alkohol/fenol), −CHO (aldehid), C=O (keton), −COOH (asam karboksilat)
−COO− (ester), −NH₂ (amina), −CONH₂ (amida)
Hibridisasi: sp³ (tetrahedral) | sp² (segitiga datar) | sp (linear)
Ikatan H: antar molekul yang memiliki N-H, O-H, atau F-H → titik didih tinggi
Aromatisitas (Hückel): 4n+2 elektron π, planar, terkonjugasi

💡 Contoh

Metana CH₄: sp³, sudut 109,5°. Etilena C₂H₄: sp², sudut 120°. Asetilena C₂H₂: sp, sudut 180°
Isomer butana: n-butana dan isobutana (2-metilpropana) – isomer rangka/rantai
Reaksi ester: CH₃COOH + C₂H₅OH ⇌ CH₃COOC₂H₅ + H₂O (Fisher esterifikasi)
Uji aldehid: dengan Fehling → endapan merah bata | dengan Tollens → cermin perak
Polimer: monomer berikatan membentuk rantai panjang (neoprena, nilon, PET, polietilena)

🧪 Tabel Periodik & Ikatan Kimia

Tabel periodik mengorganisasi unsur berdasarkan nomor atom dan sifat kimia periodik. Memahami tren periodik (jari-jari atom, energi ionisasi, keelektronegatifan) adalah kunci untuk memprediksi sifat dan reaktivitas unsur.

📌 Rumus Penting

Konfigurasi elektron: urutan pengisian 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, ...
Kaidah Aufbau, Pauli (max 2 e per orbital), Hund (isi paralel dulu)
Tren periode (kiri→kanan): jari-jari ↓, energi ionisasi ↑, keelektronegatifan ↑
Tren golongan (atas→bawah): jari-jari ↑, energi ionisasi ↓, reaktivitas logam ↑
VSEPR: bentuk molekul dari tolakan pasangan elektron
Ikatan kovalen polar: perbedaan keelektronegatifan 0,4–1,7 | ionik: >1,7

💡 Contoh

Fe (Z=26): [Ar]3d⁶4s². Fe²⁺: [Ar]3d⁶. Fe³⁺: [Ar]3d⁵
Bentuk molekul: H₂O (bengkok, 2 PEB) | NH₃ (piramida, 1 PEB) | CO₂ (linear, tidak ada PEB)
Gaya antar molekul: dipol-dipol > Van der Waals | ikatan H adalah dipol terkuat
Logam alkali (Gol IA): Li, Na, K, Rb, Cs, Fr – sangat reaktif, energi ionisasi rendah
Halogen (Gol VIIA): F, Cl, Br, I – oksidator kuat, membentuk garam dengan logam